Bogor dan Pringsewu Terhubung Akses Bandara

BOGOR-Sejak Rabu, 10 Agustus 2016 Akses ke Kota Pringsewu kian mudah, saat ini sudah tersedia akses Trans Lampung yang akan menghantarkan langsung menuju pusat Kota Pringsewu. Bus tersebut beroperasi selama 3 kali dalam sehari menghantarkan penumpang dari dan ke Bandara Raden Inten II dan Halte Pendopo Pringsewu, Bus tersebut akan berhenti di Pendopo Pringsewu yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman, berikut jadwal keberangkatan Bus.Bus Bandara Pringsewu 3

Jadwal Bus:

  • Pringsewu – Bandara RI pukul 07.30, 13.00, dan 16.00 WIB.
  • Bandara RI – Pringsewu pukul 09.00, 12.00, dan 17.00 WIB.

Harga satu kali perjalanan seharga Rp. 30.000 setiap orang. Penumpang yang berasal dari Bogor kini dapat dengan mudah menjangkau Pringsewu, setelah naik Bus Damri Botani Square ke Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dan menuju Bandara Raden Inten II (RI), maka penumpang akan langsung disambut Bus Trans yang akan langsung mengahantarkan ke Kota Pringsewu. Rute tersebut akan berlaku untuk sebaliknya, kemudahan penumpang yang akan ke Bogor melalui transportasi Pesawat Terbang, maka akan dengan mudah juga sampai ke Kota Bogor. (Kafindra 2016)

Pringsewu Basis Mahasiswa IPB

PRINGSEWU- Kota Pelajar, begitulah salah satu sebutan untuk Kabupaten Pringsewu. Sebutan tersebut tentu saja beralasan, Kota ini telah banyak melahirkan pemimpin-pemimpin negeri. Kota ini secara resmi menjadi Kabupaten pada 29 Oktober 2008 dan hari jadi pada 3 April 2009. Kota ini menjadi basis pendidikan disebabkan setiap tahunnya Kota ini meluluskan siswa-siswinya di Perguruan Tinggi Ternama di Indonesia, salah satunya IPB tentunya. Tahun 2010 siswa yang diterima di IPB mencapai 7 orang, 2011 8 orang, 2012 meningkat tajam sebanyak 13 orang, 2013 9 orang, 2014 12 orang, serta 2015 6 orang. Pelajar-pelajar yang masuk IPB merupakan pelajar-pelajar terbaik Kota Pringsewu. Tahun 2015 Pringsewu juga telah memiliki organisasi perkumpulan mahasiswa IPB yakni Midus IPB, sebuah organisasi yang mengumpulkan putra-putri terbaik asal Kota Pelajar ini.

IPB Pringsewu

Ragam Budaya Pringsewu

PRINGSEWU- Menelusuri sebuah daerah yang berada di Barat Indonesia, tepatnya di bagian selatan Pulau Sumatera, Pringsewu namanya. Daerah tersebut memiliki sejuta keunikan yang masih tersembunyi. Pringsewu adalah sebuah Kabupaten yang terdiri atas 9 kecamatan, secara umum nama kecamatan bernama jawa seperti Gadingrejo, Sukoharjo, Adiluwih, Banyumas, Ambarawa, Pagelaran, Pagelaran Utara, Pringsewu, serta Pardasuka. Mayoritas penduduk daerah ini bersuku Jawa.

Agrischool Sekolah Pertanian Berbasis Bisnis

Logo Agrischool

Agrishool adalah solusi jitu dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman terhadap dunia pertanian. Program yang ditawarkan dalam sekolah tersebut tidak hanya pada basis pertanian dalam arti luas, namun menawarkan juga bidang pertanian yang dikombinasikan bisnis. Persaingan pasar bebas tahun 2015 adalah sebuah tantangan bagi bangsa indonesia untuk terus menciptakan SDM yang berkualitas tidak hanya dibidang ilmu terapan, juga harus diseimbangkan dengan kemampuan bisnis yang akan meningkatkan nilai tambah untuk setiap individunya. Agrischool hadir untuk membantu mempercepat proses bisnis di bidang pertanian dalam makna luas.

UKM Pramuka IPB akan gelar kembali Kemah Riset Nasional pada tahun 2015

Kemah riset nasional 2015 akan segera digelar pada minggu kedua bulan september tahun 2015. Kemah riset kali ketiga ini mengambil tema “Inovasi Pramuka untuk Pelestarian Lingkungan Berbasis pada Kearifan Lokal”. Kegiatan tersebut mengundang seluruh penegak yang berpangkalan di SMA/SMK/MA dari seluruh Indonesia. Pangkalan yang memerlukan surat undangan resmi dapat segera mengirimkan komentar yang berisi Nama Sekolah_Alamat_Email_No Telepon di Fanspage Kemah Riset Nasional

Pramuka IPB Gelar KEMRINAS 2013

Pramuka IPB untuk yang kedua kalinya menggelar Kemah Riset Nasional di Kampus IPB. Acara tersebut merupakan perkemahan satu-satunya yang berlatar belakang riset di Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti oleh Penegak SMA/SMK/MA Se-Indonesia. Kemrinas 2013 merupakan cikal berkembangnya ilmuan-ilmuan pramuka yang cerdas dan tangguh untuk membangun bangsa Indonesia. Kemrinas 2013 dilaksanakan pada 20 sampai 24 November 2013 di Kampus IPB.

Tanah Negeriku

Tanah Negeriku

Hijau negeriku subur dan indah menatap eloknya pemandangan yang asri nan sejuk, kini sudah sulit kutemukan tempat seperti itu. Sampah merupakan salah satu penyebab hilangnya keindahan tersebut, masyarakat dengan mudahnya meletakkan sampah tidak pada tempatnya. Lahan yang subur tercemar oleh tumpukan sampah yang menyengat baunya, semakin hari semakin menggunung hingga tanah tersebut, banyak mengandung racun sehingga kesuburannya terus berkurang.

Budaya apakah yang sedang merendungi masyarakat negeri ini, membuang sampah tidak pada tempatnya sudah menjadikan kebiasaan yang sulit ditinggalkan, hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat dengan berpendidikan rendah namun, oleh masyarakat dengan berpendidikan tinggi, dengan demikian terdapat pola pendidikan yang kurang tepat di negeri ini.

Genangan air bercampur sampah menghiasi sudut Kota Jakarta yang dilanda banjir pertengahan Januari 2013 lalu. Tanah resapan air terus mengalami penurunan, air sulit meresap dengan adanya barisan betonan yang sengaja dibuat oleh gedung-gedung pencakar langit. Run Off  ( Aliran Permukaan ) yang kini menghiasi sekeliling gedung-gedung pencakar langit. Teknik bangunan berasaskan lingkungan seakan hanya hiasan semata yang tersimpan rapi didalam tumpukan dokumen.

Tanah kini semakin miskin hara dengan adanya degradasi lahan yang kian bertambah. Perbaikan lingkungan kini tidak sebanding dengan kerusakan lahan yang terjadi akibat perbuatan manusia yang kurang bertanggung jawab. Pencemaran lingkungan dampaknya telah nyata dirasakan oleh masyarakat akibat pola serta budaya hidup yang kurang ramah terhadap lingkungan. Polusi air dan tanah saat ini sudah masuk dalam tahap yang menghawatirkan, khususnya di perkotaan dengan tata kelola lingkungan yang buruk.

Penghijauan lingkungan merupakan suatu keharusan yang dilakukan demi menyelamatkan lingkungan. Penghijauan setiap sudut gedung bertingkat serta setiap sudut kota merupakan alternatif solusi guna meredam pencemaran serta rusaknya lingkungan sekitar, hal tersebut tidak hanya pemerintah yang harus melakukannya namun, masyarakatpun harus ambil andil dalam kegiatan tersebut untuk memeroleh lingkungan yang asri, sejuk, kaya akan oksigen, serta meningkatkan kesuburan tanah.

Pola hidup ramah lingkungan merupakan suatu hal yang sangat dianjurkan agar keseimbangan lingkungan dapat terjaga sehingga masyarakat akan nyaman tinggal dilingkungannya. Pola tersebut kini harus segera diterapkan pada pendidikan anak baik disekolah maupun dirumah, agar dimasa mendatang lingkungan dapat terjaga dengan adanya pola hidup ramah lingkungan yang telah diajarkan sejak kanak-kanak.

S’MARAK OH 49 HIMAGRON IPB

Tanggal 27 Juni 2012, tepatnya hari Rabu Himpunan Mahasiswa Agronomi mengikuti kegiatan OH 49, pada pelaksanaan pagi hari kami langsung tancap gas merangkul mahasiswa baru Agronomi dan Hortikultura 49. Sesuai dengan Keprofesian, kami menghidangkan berbagai buah lokal untuk setiap mahasiswa baru yang melewati stand Agronomi dan Hortikultura, riuh riah teman-teman mengkampanyekan buah lokal serta mengajak setiap mahasiswa baru untuk mencoba buah asli lokal yang manis dan segar, semakin siang acara semakin ramai, kami menyuarakan Agronomi dan Hortikultura setiap mahasiswa baru lewat agar MABA AGH 49 lebih bangga dan tertarik untuk mampir sejenak ke stand yang sejuk nan indah laksana tebaran oksigen disiang hari dengan desain alami disertai berbagai jenis benih dan produk pertanian yang menarik…., senyum merekah dan suara hentakan kebanggaan ” ITU JURUSANKU” pun terlontar sekejap pada Mahasiswa Baru Agronomi dan Hortikultura 49, tak kalah menariknya… Wali Murid dari Mahasiswa AGH 49 pun ikut mengunjungi stand dan berbincang banyak tentang cakupan serta prospek kedepan dari departemen AGH sendiri, Wali Murid sangat antusias dengan penjelasan kami tentang AGH……Cinta Indonesia Cinta Buah Lokal .., Salam FEED THE WORLD!

Agriculture of Pringsewu

BUPATI PRINGSEWU BUKA REMBUG TANI

PAGELARAN – Rembug petani Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pringsewu dalam rangka Program Peningkatan Hasil Pertanian Kabupaten Pringsewu dibuka oleh Bupati Pringsewu Sujadi di Pagelaran, Sabtu (9/6). Kegiatan yang diikuti para pengurus KTNA beserta sejumlah gabungan kelompok tani se Kabupaten Pringsewu tersebut dihadiri perwakilan PT.Pertani (Perser…o) Jakarta dan Lampung, serta jajaran Dinas Perkebunan, Kehutanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pringsewu.

Menurut Ketua KTNA Kabupaten Pringsewu Supardi Sulaiman, Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang salah satu roda penggerak perekonomiannnya adalah sektor pertanian, dimana luas area pertanian di Kabupaten Pringsewu mencapai 13.534 hektar, dengan jumlah kelompok tani sebanyak 698 poktan yang tergabung ke dalam 96 gabungan kelompok tani (gapoktan), tersebar di 118 pekon dan kelurahan di 8 kecamatan.
“Sejak masih menjadi bagian dari Kabupaten Lampung Selatan dahulu, kemudian menjadi bagian Kabupaten Tanggamus, hingga menjadi Kabupaten Pringsewu, wilayah Pringsewu merupakan lumbung padi terbaik di kabupaten tersebut,” ujar Pakde Paino, panggilan akrab Supardi Sulaiman.

Sementara itu, Bupati Pringsewu Sujadi dalam sambutannya saat membuka kegiatan tesrebut mengatakan Kabupaten Pringsewu yang memiliki luas wilayah keseluruhan 625 km2, merupakan daerah kabupaten terkecil dan tersempit dari seluruh daerah kabupaten yang ada di Provinsi Lampung. Namun demikian, Pringsewu merupakan wilayah yang terpadat penduduknya dari semua kabupaten yang ada.
Dengan luas wilayah yang sangat sempit tersebut, tentu saja area pertanian yang ada juga terbatas.”Akan tetapi, meskipun dengan luas area pertanian yang terbatas, bagaimana agar antara kebutuhan pangan dengan papan (perumahan, red) dapat terpenuhi, diantaranya adalah dengan memberdayakan sektor pertanian, agar tetap mampu menjadi penopang ketahanan pangan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Pringsewu juga menyampaikan apresiasi kepada pihak PT.Pertani (Persero) yang telah menggelar kegiatan rembug tani tersebut, sebagai upaya untuk memberdayakan sektor pertanian sekaligus guna meningkatkan kesejahteraan para petani dengan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi. “Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu siap memberikan dukungan sepenuhnya baik dalam bentuk arahan, bantuan, maupun kebijakan-kebijakan di bidang pertanian,” ujarnya. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md

 

Siswa SMA di Pringsewu Bisa Lulus dalam Dua Tahun

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Pringsewu bisa menyelesaikan pendidikan hanya dalam jangka waktu dua tahun. Caranya, dengan mengikuti sistem pendidikan satuan kredit semester (SKS) yang akan diterapkan mulai tahun ajaran baru nanti.Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Pringsewu Samsir, ada empat sekolah di Bumi Jejama Secancanan yang akan menerapkan SKS. Tiga di antaranya yakni SMA N I Gadingrejo, SMAN 2 Pringsewu, dan SMKN Gadingrejo.

“Satu lagi akan menerapkan sistem SKS secara swadana yakni SMAN I Pringsewu,” tukasnya, Minggu (13/5/2012).

Menurut Samsir, sekolah yang melaksanakan SKS ini merupakan sekolah  Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) seperti SMAN I  dan SMKN I Gadingrejo. Juga sekolah model, SMAN 2 Pringsewu. Sementara SMAN 1 Pringsewu merupakan sekolah yang melaksanakan SKS dengan pendanaan sendiri.

Samsir mengatakan, dengan sistem SKS ini, siswa mengadopsi sistem belajar mahasiswa di perguruan tinggi. “Dengan begitu, siswa yang mampu bisa menyelesaikan sekolah lebih cepat,” ungkapnya. Karena setiap siswa bisa mengambil jumlah SKS lebih banyak dalam satu semesternya.(didik)

Powered by WordPress | Designed by: Best SUV | Thanks to Toyota SUV, Ford SUV and Best Truck